Mungkin kebanyakan dari kamu punya anggapan bahwa menutup aplikasi di perangkat iOS secara manual di layar multitasking bisa membuat baterai lebih awet dan meningkatkan performanya. Ternyata hal tersebut merupakan mitos belaka dan salah kaprah.
Seorang pembaca 9to5Mac bernama Caleb baru-baru ini mencoba menanyakan kepada Tim Cook apakah menutup aplikasi di iOS diperlukan. Namun Cook tidak menjawab, malah meminta SVP of Software Engineering Craig Frederighi untuk melakukannya.
Dalam surel yang dibagikan Caleb, Frederighi menjawab dengan sangat singkat dan mengejutkan. Namun dapat diambil kesimpulan bahwa menutup aplikasi di perangkat iOS itu sama sekali tidak diperlukan.
Berikut surelnya:

Secara teknis, aplikasi iOS yang berada di background tidak dalam keadaan aktif di RAM alias tidak berjalan sama sekali. Adapun aplikasi dalam mode multitasking tidak ubahnya seperti gambar statis yang menampilkan aplikasi-aplikasi yang baru saja kamu buka.
Meski begitu, menutup aplikasi kadang diperlukan yaitu kala sistem tidak responsif karena beberapa aplikasi masih berjalan beberapa saat sebelum membeku di RAM setelah tidak digunakan. Apple menyebutkan hal ini dalam laman Support-nya.
After you switch to a different app, some apps run for a short period of time before they’re set to a suspended state. Apps that are in a suspended state aren’t actively in use, open, or taking up system resources.Baca juga:
- Kupas Tuntas Multitasking iPad di iOS 9
- Cara Menutup Aplikasi Lebih Cepat di Mac
- Apple Merilis iOS 9.3 Beta 6 untuk Developer & Public Beta
Jika petinggi Apple saja tidak pernah menutup aplikasinya, sudah saatnya kamu juga menghentikan kebiasaanmu menutup aplikasi di perangkat iOS karena itu hanya mitos yang entah dari mana asal muasalnya.
Akses juga MakeMac melalui MM Reader untuk iPhone