Apple diminta memblokir Telegram karena dianggap kerap hadirkan konten ekstremis.
Hal tersebut disampaikan oleh organisasi non-partisan bernama Koalisi Keamanan Web Amerika Serikat, seperti dilaporkan Washington Post, Minggu (17/1).
Menurut mereka, Telegram merupakan wadah bagi para ekstremis untuk menyebarkan ideologinya.
Baca Juga: 5 Fitur Telegram yang Wajib Diketahui, Lebih Canggih dari WhatsApp?
Telegram juga dituduh menyediakan percakapan yang membahas supremasi kulit putih, neo-Nazi, dan konten kebencian lainnya.
Koalisi Keamanan Web Amerika Serikat menganggap Telegram telah melanggar ketentuan yang ditetapkan App Store.
Demi mewujudkan ambisnya, mereka pun telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik California Utara, Amerika Serikat.
Baca Juga:Muat Konten Kerusuhan AS, Aplikasi Parler Diblokir dari App Store
Salah satu tuntutannya adalah meminta Apple memblokir Telegram, sama seperti yang dilakukannya terhadap Parler.
Diketahui, Parler dianggap Apple telah menghadirkan konten kerusuhan AS beberapa waktu lalu.
Selain Apple, Koalisi Keamanan Web Amerika Serikat juga berencana melakukan hal yang sama terhadap Google.
Gugatan terkait pemblokiran Telegram untuk Google akan dilayangkan dalam beberapa hari ke depan.