Seorang karyawan bahkan mengatakan bahwa ia meninggalkan pekerjaan di tempat lain karena tertarik dengan bayaran di pabrik iPhone itu.
Ia mengatakan bahwa iklan tersebut menjanjikan tingkat gaji yang secara signifikan lebih tinggi daripada gaji rata-rata di daerahShenzhen.
Namun, Foxconn justru menyatakan bahwa dia harus bekerja dua bulan dengan gaji yang lebih rendah sebelum menerima tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Gaji Tak Kunjung Turun, Buruh Pabrik iPhone di India Meradang
Hal ini disebabkan oleh kurangnya karyawan dalam produksi yang membuat Apple dan Foxconn cenderung terburu-buru dalam melakukan perekrutan.
Bahkan beberapa hari lalu, pemerintah China harus mendesak para veteran perang untuk membantu produksi iPhone.
Kekacauan di pabrik iPhone ini sudah mulai terlihat sejakmelambannya penjualan iPhone 14 terutama iPhone 14 Plus di bulan Oktober.
Hal tersebut juga didukung dengan melambatnya produksi iPhone 14 Pro di awal bulan lalu karen lockdown ketat dari pemerintah China.
Nah, itulah informasi seputar protes dari keryawan Foxconn sobat MakeMac sekalian.
Buat kamu yang penasaran dengan berita seputar Apple lainnya, pantengin terus website MakeMac ya!
(*)